You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
KSBB lingkungan gery ist
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Pemprov DKI Perkuat Pemilahan Sampah dari Rumah melalui KSBB Lingkungan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat pengelolaan sampah di permukiman dengan menghubungkan kebutuhan warga dan dukungan dunia usaha.

"memilah sampah sejak dari rumah,"

Melalui Program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Lingkungan, penyediaan sarana dipadukan dengan pelatihan agar warga lebih mudah memilah sampah dari rumah dan mengolahnya di lingkungan tempat tinggal.

Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya mengurangi sampah yang harus dikirim ke TPST Bantargebang. Sampah yang masih memiliki nilai guna didorong untuk dipisahkan dan dimanfaatkan kembali melalui pengelolaan di tingkat masyarakat.

Pulau Bidadari Percontohan Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah

Salah satu pelaksanaan KSBB Lingkungan klaster Persampahan berada di RW 06 Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Di wilayah ini, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menjembatani kebutuhan pengelolaan sampah warga dengan dukungan kolaborator, mulai dari peralatan pengangkutan dan pengomposan hingga edukasi pemilahan.

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Purwanti Suryandari mengatakan, pemilahan sejak dari rumah merupakan langkah penting agar sampah dapat ditangani sesuai jenisnya.

Menurutnya, dukungan sarana dan edukasi melalui KSBB Lingkungan perlu berjalan bersama kebiasaan warga memilah secara konsisten.

Ia menyampaikan, langkah tersebut sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Purwanti menjelaskan, kebijakan ini mendorong perubahan pola penanganan sampah dari kumpul, angkut, dan buang menjadi pilah, angkut, dan olah.

“Setiap orang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan, dengan memilah sampah sejak dari rumah. Sampah yang masih dapat diolah perlu dipisahkan agar bisa dimanfaatkan kembali, sehingga tidak semuanya berakhir di TPST Bantargebang,” ujarnya, Kamis (29/10).

Ia mengatakan, KSBB Lingkungan membuka ruang bagi berbagai pihak untuk mengambil bagian dalam perubahan tersebut. Dukungan dapat diberikan melalui penyediaan sarana maupun pendampingan dan edukasi yang membantu warga menerapkan pemilahan dalam kehidupan sehari-hari.

Di RW 06 Srengseng Sawah, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) berpartisipasi sebagai kolaborator dengan menyerahkan dua gerobak motor listrik, tujuh tong komposter berkapasitas 200 liter, serta satu mesin pengayak kompos berkapasitas 100–150 kilogram per jam.

Dukungan itu dilengkapi 145 ember berkapasitas 8 liter, 10 ember berkapasitas 20 liter, 11 tong berkapasitas 60 liter, serta lima tempat sampah berkapasitas 120 liter. 

“Pelatihan pemilahan sampah juga diberikan kepada anak-anak dan remaja di wilayah tersebut untuk menumbuhkan kebiasaan memilah sejak dini,” ucapnya.

Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo menyampaikan, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ia menyebut, partisipasi perusahaan melalui KSBB Lingkungan ditujukan untuk membantu pekerjaan petugas sekaligus mendukung pengelolaan sampah oleh warga.

“Kami berharap sarana dan prasarana yang diberikan dapat mempermudah sekaligus mempercepat pekerjaan petugas kebersihan di lapangan, serta mendorong warga membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah,” katanya.

Lurah Srengseng Sawah, Sunardi, menilai KSBB Lingkungan membantu mempertemukan kebutuhan wilayah dengan dukungan yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, kehadiran sarana di RW 06 menjadi dorongan bagi warga untuk memperkuat pemilahan dan pengolahan sampah di lingkungannya.

“Dengan pemilahan yang dilakukan secara konsisten, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat diolah dan dimanfaatkan kembali oleh warga, sehingga pengelolaan sampah di tingkat RW menjadi lebih optimal,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5404 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1881 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1840 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1806 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1624 personAnita Karyati